Asti Asha Comeback Lewat Lagu “Ride of Your Life” yang Sarat Emosi

Asti Asha kembali dengan lagu balada pop jazz bertajuk “Ride of Your Life” yang mengangkat tema kehilangan dan harapan.

Setelah beberapa tahun tidak merilis musik baru, Asti Asha kembali menyapa pendengar lewat karya terbarunya yang berjudul Ride of Your Life. Lagu ini menjadi penanda comeback sang penyanyi yang menjadi karya paling personal yang pernah ia rilis.

Dengan balutan pop-jazz yang hangat dan emosional, Ride of Your Life mengajak pendengar masuk ke dalam pelukan musik yang menyembuhkan.

Terinspirasi dari pengalaman kehilangan yang dialami keponakannya, lagu ini lahir sebagai bentuk cinta yang tak terucapkan. “Waktu melihat mereka tenggelam dalam duka, yang terlintas cuma satu: andai aku bisa jadi pelindung atau pegangan untuk mereka,” ungkap Asti.

Lagu ini pun menjadi medium untuk menyampaikan harapan—bahwa meski tak bisa menghapus luka, setidaknya ada harapan bahwa semuanya akan membaik seiring waktu.

Proses kreatif lagu ini melibatkan banyak nama dari industri musik Indonesia. Lagu dan liriknya ditulis langsung oleh Asti Asha, dengan Harris Pranowo sebagai produser musik.

Sementara aransemen vokal latar dipercayakan kepada Nesia Ardi. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Rayendra Sunito dan Dimas Pradipta, dua nama yang sudah tak asing dalam dunia produksi musik profesional. Editing vokal ditangani oleh Kevin Queency untuk memastikan setiap nuansa emosi tersampaikan dengan sempurna.

Momen peluncuran lagu ini terasa makin istimewa karena Ride of Your Life dibawakan secara perdana di Java Jazz Festival 2025 pada 30 Mei lalu. Penampilan tersebut menjadi panggung emosional di mana Asti menyampaikan kisah dibalik lagunya secara langsung kepada publik—sebuah langkah besar yang menandai fase baru dalam karier bermusiknya.

Sebagai musisi yang sudah mulai bernyanyi sejak usia 14 tahun di panggung-panggung kecil Jakarta, Asti dikenal dengan karakter vokalnya yang hangat dan pemilihan lagu bertema harapan.

Setelah merilis single pertamanya “Genggamlah Tanganku” pada 2014 dan “The Loop” pada 2017, Asti tetap konsisten menciptakan karya dengan benang merah pesan yang menyentuh hati.

Kini, sambil menjalani studi magister di bidang Komunikasi Bisnis di LSPR Jakarta melalui beasiswa, Asti membuktikan bahwa dunia akademik dan dunia seni bisa berjalan berdampingan. Musik, bagi Asti, bukan hanya pekerjaan atau hobi, tapi napas yang menyatu dalam kesehariannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *