Musisi muda utjale (Muhammad Kautsar) resmi merilis mini album debutnya yang berjudul Dawn of Awakening pada 4 Juli 2025. Rilisan ini memperkenalkan utjale sebagai solois yang tidak ragu membawa tema personal tanpa dibungkus manis-manis.
Enam lagu dalam EP ini bicara soal cinta, kehilangan, kegagalan, dan proses mengenal diri sendiri, semua disampaikan dengan jujur, tanpa basa-basi, dan disusun dalam produksi musik yang rapi.
Lagu pembuka, Hypocrite (A Sinner’s Confession), langsung menyajikan nada pengakuan atas kesalahan masa lalu, tanpa upaya untuk terdengar mulia. Sementara track penutup, Coming Home to Me, menyoroti dinamika cinta satu arah yang gagal dan bagaimana kekecewaan bisa berubah menjadi titik balik. Di lagu ini, utjale memilih pendekatan alternative-country, jarang dipakai musisi generasi barunya, tapi cocok dengan nada naratif yang ingin disampaikan.
Secara produksi, Dawn of Awakening menjelajahi berbagai genre seperti alternative rock, dream pop, hingga country, tapi tetap terdengar utuh. utjale menggarap proyek ini bersama beberapa nama dari skena musik independen: Daffa Reyza Rafif (Eleanore) ikut memproduksi JEANS dan Hypocrite, lalu Jauza Muhamad dan Indinagoro Satriajati (Rahardja) terlibat di What If I Fall in Love with You?, keep., dan Can’t Let You Go. Lagu penutup diproduseri bersama Noey (Java Jive), yang juga ayah dari utjale.
Sebagai musisi yang berasal dari keluarga dengan latar belakang musik kuat, utjale sadar betul bahwa posisinya membawa ekspektasi. Tapi ia tidak mencoba mengikuti jejak siapa pun.
Lewat EP ini, dia menunjukkan bahwa dia tahu apa yang ingin dia sampaikan, dan dia menyampaikannya dengan caranya sendiri. Tidak dibuat-buat, tidak diarahkan untuk sekadar laku, tapi tetap bisa dikonsumsi dengan baik oleh pendengar yang butuh musik jujur dan relevan. (min)