Angkat Mitos Hutan Cangar, Kunniklan Olah Kuntilanak Jadi Art Toys

berrbahagia.com – Cerita horor lokal kembali diolah menjadi karya visual dalam pameran Pop Angker. Salah satunya datang dari kreator Kunniklan, Rino Adi, yang mengangkat mitos dari kawasan Hutan Cangar, Malang.

Rino menjelaskan, karyanya terinspirasi dari cerita tentang sosok kuntilanak yang kerap dikaitkan dengan sebuah gapura di kawasan tersebut.

“Peserta memang diminta mencari cerita horor di sekitar Malang. Saya ingat di Hutan Cangar ada cerita tentang gapura yang disebut Gapura Kuntilanak, dari situ saya angkat,” ujarnya.

Dalam bentuk art toys, Rino tidak hanya menampilkan figur hantu perempuan berambut panjang. Ia juga menambahkan elemen paku yang menancap di bagian kepala sebagai penanda visual khas.

“Kalau cuma perempuan berambut panjang kan banyak. Bisa saja orang mengira itu karakter lain. Jadi saya tambahkan unsur lokal seperti paku, yang cukup identik dengan cerita kuntilanak,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan sekadar menyalin cerita yang sudah ada, melainkan mengolah ulang narasi menjadi bentuk visual yang lebih kontekstual.

Ia menyebut, tantangan utama dalam proses kreatif ini adalah menerjemahkan sesuatu yang tidak terlihat menjadi bentuk nyata.

“Bagaimana memvisualkan hal yang sebenarnya tidak tampak, dari cerita mulut ke mulut jadi karakter yang bisa dilihat, itu yang jadi tantangan,” jelasnya.

Proses pembuatan karya tersebut memakan waktu sekitar satu bulan, mulai dari riset hingga desain. Sementara proses produksi mainan berlangsung dalam waktu kurang dari satu pekan.

Sesi Talkshow dengan Kreator Art Toys di Pameran Pop Angker “Urban Horror”

Karya yang ditampilkan dalam pameran ini juga tidak hanya untuk dipamerkan, tetapi diperjualbelikan. Untuk karyanya, Rino membanderol harga di kisaran Rp700 ribu.

Sebelumnya, karya serupa juga sempat dipamerkan di Jakarta dan mendapat respons positif dari pengunjung, termasuk ketertarikan terhadap cerita-cerita horor lokal yang diangkat.

“Banyak yang tertarik karena kita tidak hanya bikin mainan, tapi juga membawa cerita lokal. Bahkan ada yang baru tahu kalau ada ‘hantu’ seperti ini,” ujarnya.

Melalui karya tersebut, Rino berharap cerita-cerita horor lokal tidak hanya berhenti sebagai mitos, tetapi bisa terus hidup dan dikenali melalui medium kreatif seperti art toys. (ber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *