Album Baru Littlefingers: Snakes & Ladders, Refleksi Jujur Lima Tahun Berkarya

Grup musik elektronik jazz asal Jakarta, Littlefingers, merilis album studio kedua berjudul Snakes & Ladders. Setelah lima tahun aktif di dunia musik dan tiga tahun tanpa rilisan penuh, album ini hadir sebagai refleksi jujur atas perjalanan mereka di industri musik Indonesia.

Nama Snakes & Ladders diambil dari permainan papan klasik ular tangga, yang melambangkan dinamika kehidupan: naik turun, jatuh bangun, serta ketidakpastian yang tak jarang menyertai proses kreatif dan perjalanan karier.

Melalui sembilan lagu yang disuguhkan, album ini menjadi dokumentasi musikal sekaligus penanda arah baru dalam eksplorasi bunyi khas Littlefingers.

Menurut Chika Olivia, salah satu personel, Snakes & Ladders lahir dari kebutuhan untuk menyegarkan kembali identitas musikal mereka setelah jeda panjang.

Ia menyebut bahwa proses pembuatan album ini memberikan semacam “reset” secara kreatif, memungkinkan mereka menemukan pendekatan baru, baik dari sisi penulisan lagu maupun produksi suara.

Album ini secara naratif juga berbeda jauh dari album pertama mereka, Euphoria, yang dirilis pada 2021. Jika Euphoria sarat akan semangat optimisme sebagai musisi muda yang sedang meniti karier, Snakes & Ladders justru mengangkat realita yang lebih kompleks.

Ketiga personel Littlefingers—yang juga aktif sebagai produser dan session player bagi sejumlah musisi papan atas Indonesia—menggambarkan tantangan serta pencarian makna dalam lima tahun perjalanan mereka.

Tjdika atau Dika, salah satu anggota lainnya, menuturkan bahwa album ini menjadi pengingat akan niat awal mereka bermusik: menciptakan karya yang jujur, bukan hanya ikut arus tren. Ia menyebut proses pembuatan album ini seperti sebuah kepulangan, kembali ke akar dan tujuan awal bermusik.

Album berdurasi 31 menit 22 detik ini terdiri dari sembilan trek. Beberapa lagu telah dirilis sebagai single sebelumnya, sementara lima lainnya sepenuhnya baru.

Littlefingers juga mengajak dua kolaborator spesial: produser dan music director Rishanda Singgih dalam lagu “Labrnth”, serta vokalis asal Melbourne, Emma Volard, dalam lagu “Essence” yang sekaligus menjadi fokus utama album ini.

David, personel ketiga dari Littlefingers, mengungkap bahwa ketertarikannya pada suara Emma Volard bermula saat ia mendengarkan albumnya secara acak di layanan streaming.

Ketika mengetahui Emma akan menggelar tur ke Indonesia, mereka pun memberanikan diri menghubunginya. Hasilnya, lagu “Essence” menghadirkan dimensi vokal yang memperkaya nuansa album secara keseluruhan.

Meski melibatkan kolaborator, album ini tetap diproduseri dan dimixing-mastering secara mandiri oleh ketiga personel, mempertahankan karakter Littlefingers yang dikenal lewat penggunaan synthesizer tebal, groove bass yang solid, dan permainan drum yang dinamis.

Dengan Snakes & Ladders, Littlefingers ingin menyampaikan bahwa perjalanan sebagai musisi bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga tentang proses, jatuh bangun, dan kejujuran dalam berkarya. Mereka berharap album ini bisa menjadi teman dan pengingat bagi para pendengar yang sedang menavigasi papan permainan kehidupan mereka masing-masing.

Daftar Lagu dalam Album Snakes & Ladders:

  1. Assemble
  2. Fire Up/Go!
  3. Four Flights to Fibs
  4. Koji
  5. Ecdysis
  6. Labrnth (feat. Rishanda Singgih)
  7. Squares
  8. Pixeldice
  9. Essence (feat. Emma Volard)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *