Dies Natalis ke-37, Teater Hampa Tegaskan Komitmen Semangat Berkarya Lintas Generasi

Teater Hampa Rayakan Dies Natalis ke-37 di Penutupan Festamasio XII Malang.

berrbahagia.com – Penutupan Festamasio XII di Universitas Negeri Malang menjadi momen yang berlapis bagi UKM Teater Hampa. Selain menandai berakhirnya rangkaian Festival Teater Mahasiswa Nasional tersebut, momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-37 Teater Hampa.

Didirikan pada 1989, Teater Hampa telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai dinamika di dalamnya. Selama lebih dari tiga dekade, kelompok teater ini tidak hanya menjadi wadah berkesenian di lingkungan kampus, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan dan ekspresi.

Ketua Pelaksana Festamasio XII yang juga Ketua UKM Teater Hampa, Achmad Shodikin, menyebut perjalanan tersebut penuh dengan proses jatuh bangun yang membentuk karakter komunitas hingga saat ini.

“Perjalanan 37 tahun ini bukan waktu yang singkat. Banyak cerita di dalamnya, mulai dari awal berdiri hingga sekarang. Kami mengucapkan terima kasih kepada para senior dan alumni, karena Teater Hampa bisa sampai di titik ini,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, keberadaan UKM Teater saat ini tidak lepas dari konsistensi dalam menjaga semangat berkarya. Ia menilai, keberlanjutan sebuah komunitas teater tidak hanya ditentukan oleh produksi karya, tetapi juga bagaimana ruang tersebut terus hidup sebagai tempat belajar.

“Teater Hampa harus tetap menjadi ruang belajar, tempat menuangkan ide dan gagasan, sehingga bisa terus eksis sampai sekarang dan ke depan,” katanya.

Sebagai tuan rumah Festamasio XII, Teater Hampa juga berperan dalam mempertemukan berbagai kelompok teater mahasiswa dari sejumlah daerah di Indonesia. Selama sepekan, festival ini menghadirkan pementasan dari berbagai pendekatan dan latar belakang, yang sekaligus memperkaya pengalaman kolektif para peserta.

Cak Shod, sapaan akrabnya, mengakui proses penyelenggaraan festival tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal koordinasi tim yang melibatkan banyak sumber daya manusia.

“Koordinasi dengan banyak orang itu tidak mudah. Dari situ saya belajar bahwa komunikasi dalam tim itu sangat penting,” ujarnya.

Meski demikian, ia melihat respons positif dari para peserta sebagai capaian tersendiri bagi Teater Hampa sebagai tuan rumah.

Di usia ke-37, Cak Shod berharap tidak hanya sebatas bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Namun, ia menekankan bahwa perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat dasar dalam berkesenian.

“Zaman boleh berubah, tapi semangat untuk berkreasi dan berkarya harus tetap ada. Itu yang membuat kita bisa terus berkembang dan tetap eksis,” tuturnya.

Momentum Dies Natalis ini menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah komunitas teater tidak berhenti pada satu generasi. Lebih dari itu, keberedaan UKM ini merupakan rangkaian proses panjang yang terus dilanjutkan, dirawat, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

Melalui peran sebagai tuan rumah Festamasio XII, Teater Hampa tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan keberadaannya sebagai ruang yang terus hidup dalam dinamika berkesenian mahasiswa. (ber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *