Festamasio XII Malang Resmi Ditutup, Sanggar Titian Barantai Jadi Tuan Rumah Berikutnya

berrbahagia.com – Rangkaian Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) XII Malang resmi ditutup melalui malam penganugerahan yang digelar di Panggung Ganesha Universitas Negeri Malang, Sabtu (25/4/2026). Selama tujuh hari penyelenggaraan, festamasio menghadirkan berbagai pementasan sekaligus menjadi ruang temu bagi ukm teater kampus non-seni dari berbagai daerah.

Malam penutupan berlangsung dengan rangkaian pertunjukan seni yang mengiringi pengumuman pemenang. Sejumlah penampilan turut meramaikan suasana, mulai dari karawitan dan tari oleh Sanggar Tari Karawitan Asri Kusuma, Swardance, Opus 275, hingga Malang Fire Dance. Acara kemudian ditutup dengan penampilan dari Kos Atos.

Di tengah suasana tersebut, panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori. Teater Patri Universitas Pamulang menjadi salah satu yang menonjol setelah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Naskah Terbaik, dan Sutradara Terbaik yang diberikan kepada Lucky Pasha Herzena melalui pementasan Kampung Sepuh (Kisah Tanah yang Berbicara).

Penghargaan lainnya diraih oleh berbagai kelompok teater dari sejumlah kampus. Teater Gabi ‘91 Universitas Sriwijaya meraih Penata Rias dan Kostum Terbaik, Teater Titik Dua Universitas Negeri Makassar meraih Penata Musik Terbaik, dan Teater Kampus Universitas Hasanuddin meraih Penata Artistik Terbaik.

Sementara itu, Kategori Penata Cahaya Terbaik diraih oleh Teater Yupa Universitas Mulawarman. Pada kategori pemeranan, Darma Eka Paksi dari Teater Patri dinobatkan sebagai Aktor Terbaik, sementara M. Ramadhan Lubis dari Teater Sisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meraih Aktor Pendamping Terbaik.

Adapun kategori Aktris Pendamping Terbaik dan Aktris Terbaik masing-masing diraih oleh Bry Hesti Juliana dan Feby Febriana Hidayat dari Teater Yupa Universitas Mulawarman.

Untuk kategori penyaji terbaik, Teater Kafe Ide Universitas Sultan Ageng Tirtayasa meraih Penyaji Terbaik 3, dan Teater Kampus Universitas Hasanuddin meraih Penyaji Terbaik 2, serta Teater Patri Universitas Pamulang keluar sebagai Penyaji Terbaik 1.

Malam Penganugerahan Festamasio XII Malang

Ketua Pelaksana Festamasio XII, Achmad Shodikin, mengaku sempat diliputi kekhawatiran selama proses penyelenggaraan, terutama dalam memastikan kenyamanan para peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Selama tujuh hari ini saya sempat deg-degan, khawatir apakah teman-teman yang datang merasa nyaman atau tidak. Tapi alhamdulillah responsnya baik dan mereka menikmati selama di sini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan dalam mengelola sumber daya manusia dalam skala besar. Menurutnya, koordinasi tim menjadi salah satu pembelajaran penting selama penyelenggaraan festival.

“Tantangannya ada di koordinasi dengan banyak SDM. Dari situ saya belajar bahwa komunikasi dalam tim itu sangat penting,” katanya.

Selain menjadi penutup rangkaian kegiatan, malam penganugerahan juga menandai penentuan tuan rumah untuk edisi berikutnya. Melalui forum rembuk antar peserta, Teater Sanggar Titian Barantai (STB) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) ditetapkan sebagai tuan rumah Festamasio XIII.

Shodik menjelaskan, penentuan tuan rumah dilakukan melalui musyawarah seluruh peserta, dengan mempertimbangkan daerah yang belum pernah menjadi penyelenggara sebelumnya.

“Memang tradisinya seperti itu, dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Teman-teman juga ingin memperluas jangkauan Festamasio, sehingga dipilih daerah yang belum pernah menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat beberapa kandidat yang diajukan sebelum akhirnya seluruh peserta sepakat menunjuk Sanggar Titian Barantai sebagai tuan rumah selanjutnya.

Dengan berakhirnya malam penganugerahan ini, seluruh rangkaian Festamasio XII resmi ditutup. Pertemuan lintas kelompok teater mahasiswa tersebut pun akan berlanjut pada gelaran berikutnya di Kalimantan Selatan. (ber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *