Memasuki bulan Februari, hari Valentine sering dimanfaatkan oleh musisi untuk merilis lagu bertema cinta. Namun, Maseta, penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta Timur, memilih jalan berbeda.
Pada 14 Februari 2025, ia merilis single bertajuk “MARAH-MARAH”, sebuah lagu yang mengungkap kisah cinta pribadinya dengan nuansa emosional dan keluhan penuh kasih sayang.
Lagu ini menggambarkan dinamika hubungan percintaan yang tak selalu indah, tetapi juga diwarnai rasa kehilangan dan kesal.
Inspirasi di Balik Lagu “MARAH-MARAH”
“MARAH-MARAH” terinspirasi dari pengalaman pribadi Maseta dalam menjalani hubungan asmaranya. Lagu uptempo ini bercerita tentang ketidakselarasan rutinitas antara dirinya dan pasangannya di masa lalu.
Maseta mengungkapkan, “Waktu itu, gue ngeluh kenapa ya kita nggak sinkron hari-harinya. Terkadang gue yang bangun telat karena begadang, kadang dia yang begadang, dan seterusnya. Intinya lagu ini mengeluh dengan penuh kasih sayang.”
Melalui lagu ini, Maseta menyampaikan keinginannya untuk bisa menjalani hari bersama pasangan dengan harmonis.
Liriknya ditulis dalam bahasa Indonesia yang dipadukan dengan sedikit bahasa Inggris, menggunakan diksi yang dekat dengan keseharian. Baris seperti “Doaku sederhana / Rutinitasmu dan aku selalu tak jauh beda”menggambarkan dinamika hubungan dua orang dewasa muda yang relatable bagi banyak pendengar.
Musiknya dihiasi dengan klimaks saksofon yang memukau dan adlibs vokal melengking khas Maseta, menambah kedalaman emosi dalam lagu ini.
Kolaborasi dengan Sun Eater dan Enrico Octaviano
“MARAH-MARAH” menandai rilisan pertama Maseta sebagai bagian dari roster label rekaman Sun Eater, yang juga menaungi nama-nama besar seperti Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir. Sebelumnya, Maseta pernah terlibat dalam kompilasi Sounds Cute, Might Delete Later yang diinisiasi Sun Eater pada 2021.
Untuk single ini, Maseta berkolaborasi dengan Enrico Octaviano, personil Lomba Sihir, sebagai produser.
Maseta mengungkapkan antusiasmenya, “Lomba Sihir itu embedded in my daily life, soundtrack berangkat dan pulang kantor.” Ia merasa bersyukur bisa belajar dari produser favoritnya tersebut.
Proses produksi lagu ini melibatkan tim profesional, dengan aransemen oleh Enrico Octaviano, mixing oleh Wisnu Ikhsantama W., dan mastering oleh David Halim.
“MARAH-MARAH” merupakan single utama dari extended play (EP) Maseta yang rencananya akan dirilis pada tahun 2025. Melalui lagu ini, Maseta berharap dapat mendobrak industri musik Indonesia dan menjangkau pendengar yang lebih luas. (min)