Mikha Tambayong kembali menunjukkan eksistensinya di dunia musik Indonesia dengan merilis lagu terbarunya berjudul It’s My Time. Lagu ini menjadi karya yang cukup spesial, bukan hanya karena nuansa musiknya yang berbeda, tetapi juga karena ini adalah lagu pertama Mikha yang sepenuhnya menggunakan lirik berbahasa Inggris.
Diciptakan bersama komposer kenamaan Ifa Fachir, It’s My Time membawa pesan kuat tentang pemberdayaan diri, keberanian untuk bangkit, dan kepercayaan terhadap potensi diri—terutama bagi perempuan yang pernah merasakan keraguan dan tekanan dalam hidup.
Lebih dari sekadar karya musik, It’s My Time adalah refleksi dari perjalanan Mikha sebagai seniman dan individu. Lagu ini menyuarakan momen-momen jatuh dan bangkit, menjadikannya anthem positif yang penuh semangat.
Diproduseri oleh S/EEK, produser muda yang sedang naik daun, lagu ini dikemas dalam balutan pop-soul yang soulful dan uplifting. Harmonisasi musik yang kuat berpadu dengan vokal Mikha yang terdengar lebih matang dan penuh emosi.
Menariknya, bagian choir dalam lagu ini juga diisi oleh kerabat dan teman-teman dekat Mikha sendiri, menjadikan lagu ini terasa sangat personal dan penuh energi kebersamaan.
Lagu ini dibuka dengan lirik penuh luka dan keraguan: “I’ve been broken down through my days, I’ve been feeling like I’m just not enough.”
Namun, perlahan, liriknya bertransformasi menjadi penyemangat yang menguatkan:
“I’m gonna find my shine, No noise is louder than joy, No ocean’s too wide to cross, ‘Cause I, I’m ready to fly.”
Melalui perubahan tone yang terasa seperti perjalanan emosional, lagu ini menjadi pengingat bahwa semua orang—khususnya perempuan—punya cahaya di dalam diri yang bisa ditemukan kembali kapan saja.
Visual dari It’s My Time juga mencerminkan kekuatan perempuan. Disutradarai oleh Bagoes Tresna, video klip ini menampilkan semua talent wanita, yang tak lain adalah rekan-rekan terdekat Mikha Tambayong. Dominasi warna pastel dan gaya visual yang fashionable menciptakan kesan elegan namun fun, sesuai dengan tema empowerment yang diusung.
Setiap adegan dirancang untuk memperlihatkan berbagai sisi perempuan yang kuat, bebas, dan berani menjadi diri sendiri. Bukan hanya sekadar estetika, video ini menjadi bagian penting dari narasi besar yang ingin dibangun Mikha—bahwa perempuan mampu bersinar tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain.
Lewat It’s My Time, Mikha menunjukkan sisi baru dari dirinya sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu. Setelah sebelumnya merilis karya-karya seperti Tak Tergantikan dan Menepi Menetap, kali ini ia tampil lebih ekspresif dan terbuka terhadap pencarian jati diri musikal yang lebih global.
Lagu ini juga menjadi pembuktian bahwa Mikha siap melangkah lebih jauh, tidak hanya sebagai aktris, tetapi juga sebagai musisi yang membawa pesan dan makna dalam setiap lagunya. (min)