Bagi Adifa, musik bukan sekadar karya, ia adalah tempat pulang. Sebuah ruang untuk menumpahkan emosi yang tak selalu bisa terucap lewat kata. Dan kali ini, ruang itu hadir dalam bentuk mini album pertamanya yang diberi judul with love, Adifa.
Dirilis di bawah Trinity Optima Production, EP ini menjadi cerminan paling jujur dari seorang perempuan muda yang belajar berdamai dengan rasa.
“Senang banget akhirnya mini album ini rilis,” kata Adifa, sambil tersenyum malu. “Tapi juga deg-degan karena di sini banyak banget sisi diriku yang selama ini aku simpan.”
EP with love, Adifa berisi tiga lagu yang tak hanya menggambarkan dinamika emosi, tetapi juga menjadi titik balik bagi Adifa untuk berani tampil rapuh. Setelah merilis single pop segar “Jatuh Lagi / Benci Lagi” tahun lalu, kini ia melangkah lebih dalam lewat dua lagu baru: “Lekas Pulang” dan “Mirip Dirimu”. Keduanya jauh lebih reflektif, lembut, dan personal.
“‘Lekas Pulang’ punya arti baru banget buatku sekarang,” tutur Adifa pelan. “Beberapa waktu lalu aku kehilangan sahabatku. Sejak itu, lagu ini terasa jauh lebih dalam. Tiba-tiba semua liriknya—tentang jarak, perpisahan, yearning—jadi nyata banget di hatiku.”
Lewat aransemen akustik yang sederhana namun menyayat, “Lekas Pulang” berbicara soal kehilangan dengan cara yang universal. Tentang mereka yang pernah ada, lalu tak lagi. Bukan hanya soal pasangan, tapi juga tentang teman, keluarga, atau siapa pun yang keberadaannya pernah begitu berarti.
“Katamu tuk sementara
Katamu takkan lama
Namun yang terasa seperti dunia
Melambatkan putarannya”
Lagu yang digarap bersama produser Aldi Nada Permana ini membawa Adifa ke dalam proses rekaman yang emosional. “Aku sadar kalau rasa sayang yang tulus memang bisa sesakit ini saat harus selesai. Aku baru kehilangan sahabat terbaikku, dan rasa rindu itu jadi bukti betapa tulus perasaanku ke dia.”
Makna ini kemudian dipertegas dalam video klip “Lekas Pulang” yang digarap Acierto. Visualnya sunyi, menyayat, namun tetap indah. Gambaran kehilangan diramu dalam sinematografi yang sehangat kenangan. Lagu dan gambar bersatu dalam bahasa duka yang mendalam tapi tetap memeluk.
Mini album ini juga tak lahir sendirian. Adifa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim yang membantu proses kreatif ini.
“Kak Simhala, Kak Tintin, Kak Aldi—terima kasih banget. Dan untuk tim Acierto serta semua kru Trinity, terima kasih udah mau panas-panasan di bulan puasa demi video ini. Aku benar-benar bersyukur,” katanya.
Lewat with love, Adifa, sang musisi muda berharap bisa menjangkau hati banyak orang. Mereka yang sedang berjuang dengan kehilangan, dengan kebingungan, atau bahkan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan.
“Semoga album ini bisa jadi teman buat kalian,” tutup Adifa. “Entah sedang sedih, kangen, atau bahkan bahagia banget. Aku harap kalian bisa merasa ditemani.” (min)