Setelah melalui fase produktif di tahun 2024 dengan merilis single “Springtime” dan “Give In”, band alternative rock asal Indonesia, Firstrate, resmi meluncurkan album penuh perdana mereka bertajuk Passage of Time. Album ini dirilis di bawah naungan Haum Entertainment dan sudah tersedia di berbagai platform streaming.
Unit alternative rock yang digawangi oleh Sholehuddin Muhammad (vokal), Gemilang Surya (gitar & vokal), Asa Secita (bass), Lambang Akbar Ramadhan (gitar), dan Alwan Hilal (drum) ini menggambarkan Passage of Time sebagai perjalanan dalam “lorong waktu”—layaknya aliran sungai yang terus bergerak, membawa berbagai peristiwa, refleksi, dan emosi di dalamnya.
Isi dan Konsep Album Passage of Time
Album Passage of Time berisi 9 lagu yang disusun berurutan: A Brief History of Life, Give In, Mirror to Myself, Springtime, A Momentary Life, Currents, Last Throw, Counterclockwise, dan Terima.
Secara musikal, Firstrate banyak terinspirasi dari band seperti The Menzingers, The Gaslight Anthem, Oasis, hingga Fiddlehead. Lirik dalam album ini menyoroti tema kedewasaan: cepatnya waktu berjalan, rutinitas sehari-hari, pekerjaan, perasaan yang terpendam, hingga refleksi hidup. Seluruh kisah dikemas dalam narasi fiksi dengan sudut pandang karakter bernama Bagus, yang mewakili pengalaman nyata para personel.
Seluruh track Passage of Time direkam di Self Recs Studio oleh Alwan Hilal, yang juga mengerjakan mixing dan mastering. Pengecualian ada pada lagu Springtime yang dipercayakan kepada Satriyo Utomo dari Griffin Music Studio.
Penulisan lirik dipimpin oleh Gemilang Surya dengan kontribusi dari Sholehuddin dan Lambang Akbar Ramadhan di beberapa lagu. Musiknya digarap bersama oleh seluruh anggota Firstrate, mencerminkan kerja kolektif yang erat.
Rilis album ini mendapat apresiasi dari musisi lain, salah satunya Bimantara J. Lestarijono, vokalis band Timeless asal Surabaya. Ia menyebut Passage of Time sebagai “sebuah panggilan dari timur” yang menghadirkan energi murni, evolusi musikal yang matang, dan pesan yang menggugah.
Menurut Bimantara, Firstrate berhasil menyajikan kombinasi antara agresi dan melodi, tradisi dan eksperimen. “Ini adalah perjalanan emosional dari generasi gelisah, dibawakan dengan keyakinan penuh dan jiwa yang membara,” ungkapnya.
Selain hadir di platform digital, Passage of Time juga akan dirilis dalam format fisik berupa kaset, lengkap dengan merchandise resmi.
Pasca perilisan album ini, Firstrate berencana melakukan tur ke berbagai daerah di Indonesia. Harapannya, karya mereka bisa menjangkau pendengar lebih luas, sekaligus memperkuat posisi band dalam peta musik alternative rock Indonesia.