Unit pop asal Indonesia, Harra., kembali menghadirkan karya terbaru lewat single “Tamasya di Angkasa”. Dengan nuansa pop yang cerah, upbeat, dan penuh energi, Harra. mengajak pendengar untuk melihat cinta bukan hanya sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga sebagai perjalanan yang memerlukan keteguhan dan keberanian.
Lewat lirik seperti “Kita berdua kan bersama, dalam cerah dan gulita” dan “Walau panas hujan datang, seribu badai menghadang, kau dan aku kan bertahan”, “Tamasya di Angkasa” menggambarkan cinta yang tak gentar menghadapi ujian.
Lagu ini berbicara tentang dua orang yang memilih untuk tetap bersama, bahkan ketika dunia di sekitar mereka berubah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga tentang keberanian untuk bertahan bersama, meski dunia terasa menantang,” ujar Harra.
Di balik kehangatan pesan tersebut, hadir Laleilmanino sebagai komposer, produser, dan arranger yang menghadirkan aransemen pop modern dengan sentuhan gitar akustik, gitar elektrik, drum, bass, dan lapisan synth yang halus. Kolaborasi dengan Alvin Witarsa pada string memberikan nuansa sinematis yang menambah kedalaman emosi lagu.
Produksi yang Hangat dan Penuh Ketelitian
“Tamasya di Angkasa” bukan hanya menarik dari sisi tema, tetapi juga dari proses produksinya. Lagu ini digarap dengan teliti bersama Dendy Sukarno sebagai mixing engineer dan Geoff Pesche dari Abbey Road Studio, London, sebagai mastering engineer. Vokal Harra. diarahkan oleh Irvnat, menghasilkan penyampaian yang ringan namun tetap emosional dan menggugah.
Melalui lagu ini, Harra. ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang hangat, optimistis, dan menyemangati siapa pun yang sedang memperjuangkan cinta mereka.
“Tamasya di Angkasa” menjadi langkah awal dari rangkaian rilisan Harra. bersama RCD Records yang akan berlanjut hingga akhir tahun—sebuah perjalanan musikal yang menjanjikan warna baru di langit pop Indonesia.