Penyanyi dan penulis lagu Amanda Caesa kembali dengan karya terbaru berjudul “Trouble”, single yang akan dirilis pada September ini di bawah naungan Wecord Evermore – Sony Music Indonesia. Lewat lagu ini, Amanda menuturkan kisah seseorang yang terjebak dalam hubungan toxic—terobsesi pada pasangannya, tapi sulit melepaskan diri karena hati dan logika terus bertentangan.
“Lagu ini tentang pergulatan antara ingin berhenti tapi masih berharap. Aku yakin banyak orang juga pernah ada di fase itu,” ungkap solois kelahiran 23 Desember ini.
“Trouble” lahir dari sesi workshop satu hari antara Amanda dan musisi Syahravi Dewanda. Keduanya menulis lagu ini lewat jamming santai yang akhirnya berkembang jadi karya utuh. Amanda memilih warna musik bossa nova dengan sentuhan pop dan jazz, genre yang menurutnya paling cocok dengan karakter vokalnya.
“Waktu itu aku lagi sering dengar Laufey dan kagum sama caranya menyampaikan emosi dengan lirik sederhana tapi dalam. Dari situ aku pengin mencoba sesuatu yang lebih eksperimental, tapi tetap personal,” jelas Amanda.
Berbeda dari rilisan sebelumnya, kali ini Amanda menampilkan sisi yang lebih rapuh dan jujur. Ia tak hanya menyoroti perasaan yang kompleks dalam hubungan beracun, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan musikal lewat eksplorasi nuansa bossa yang hangat dan lembut.
“Kalau ternyata pendengar suka genre ini, mungkin aku akan tekuni lebih jauh,” tambahnya.
Langkah Baru Bersama Wecord Evermore – Sony Music Indonesia
“Trouble” juga menjadi penanda babak baru dalam perjalanan Amanda Caesa sebagai musisi setelah resmi bergabung dengan Wecord Evermore – Sony Music Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai momentum penting untuk memperluas karya dan kolaborasi.
“Dengan dukungan tim yang profesional, aku bisa lebih produktif dan punya ruang lebih besar untuk bereksperimen,” tuturnya.
Lewat “Trouble”, Amanda ingin mengajak pendengarnya untuk lebih sadar terhadap hubungan yang tidak sehat dan berani mengambil jarak dari yang menyakiti.
“Aku ingin lagu ini jadi pengingat bahwa berada dalam hubungan satu arah itu menguras tenaga dan emosi. Kalau itu terjadi, berarti memang sudah ada masalah—trouble,” tutupnya.