Ini Deretan Soundtrack FTV yang Bikin Kangen Tahun 2010-an

Bagi generasi yang tumbuh di era 2010-an, FTV sore hari bukan sekadar tontonan ringan, tapi semacam ritual kecil. Cerita cintanya sederhana, tapi selalu ditemani musik yang mendalam dan mudah diingat. Lagu-lagu pop Indonesia saat itu menjadi bagian dari budaya televisi yang membentuk selera romantis satu generasi.

Berikut lima lagu yang dulu sering mengiringi adegan FTV dan sampai sekarang masih punya tempat di hati pendengarnya.

1. Vierra – Rasa Ini

Dirilis pada 2010, “Rasa Ini” jadi salah satu lagu yang menandai warna pop remaja era itu. Vierra (yang kemudian berganti nama jadi Vierratale) menghadirkan suara cerah dari Widikidiw dan aransemen gitar pop ringan khas Kevin Aprilio. Lagu ini seolah jadi soundtrack bagi masa-masa jatuh cinta pertama, ketika segalanya masih sederhana dan penuh kemungkinan.

Liriknya menggambarkan kebimbangan antara menyimpan dan mengungkapkan perasaan. Potongan lirik yang paling diingat tentu,

“Kusuka dirinya, mungkin aku sayang / Namun apakah mungkin kau menjadi milikku…”

Ada sesuatu yang jujur dan polos dari lagu ini. Tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat pendengarnya tersenyum kecil, mengingat masa ketika cinta terasa begitu dekat tapi sulit diucapkan.

2. D’Bagindas – Suka Sama Kamu

Lagu ini mewakili sisi manis dari cinta remaja. D’Bagindas menghadirkan “Suka Sama Kamu” dengan lirik yang ringan dan jujur — cocok untuk menggambarkan masa ketika menyimpan rasa jadi sesuatu yang istimewa.

Musiknya yang bernuansa Melayu-pop membuat lagu ini mudah dikenali dan disukai. Tak heran, lagu ini sering muncul di FTV bertema cinta kampus atau kisah polos antara dua sahabat.

“Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa
Tapi mengapa aku selalu tak bisa…”

Kesederhanaan “Suka Sama Kamu” justru jadi kekuatannya. Lagu ini menggambarkan rasa yang sangat manusiawi yaitu jatuh cinta tapi tak tahu harus berkata apa.

3. Lyla – Magic

“Magic” membawa suasana pop romantis dengan lirik yang penuh kekaguman. Lyla, lewat vokal lembut Naga, menciptakan lagu yang menggambarkan rasa jatuh cinta yang penuh pesona dan keajaiban.

“Semua yang kau lakukan is magic
Semua yang kau berikan is magic…”

“Magic” berhasil menangkap semangat masa muda yang spontan dan penuh rasa ingin tahu. Lagu ini mengingatkan pada gaya sinetron atau FTV yang memorable di adegan-adegan penuh gestur kecil, tawa, dan perasaan yang tumbuh perlahan.

4. Shae – Sayang

Shae datang dengan warna pop yang berbeda. “Sayang” punya emosi lembut yang tak dibuat-buat, dan jadi salah satu lagu paling sering digunakan di FTV bertema LDR (Long Distance Relationship). Suara Shae yang jernih membuat tiap kata terasa personal.

Liriknya berbicara tentang kerinduan, tentang seseorang yang berusaha tetap setia meski jarak memisahkan. Lagu ini tidak hanya populer di Indonesia, tapi juga sempat viral di Malaysia karena nuansanya yang universal.

“Sayang, apa kabar denganmu?
Di sini ku merindukan kamu…”

Sayang mempunyai nuansa ringan tapi menyentuh, menggabungkan semangat remaja dengan kedewasaan emosional yang baru tumbuh.

5. Maudy Ayunda – Tiba-Tiba Cinta Datang

Lagu ini mungkin paling menggambarkan sisi coming of age dari dekade itu. Maudy Ayunda muncul sebagai wajah baru pop muda Indonesia—cerah, sopan, dan relatable. “Tiba-Tiba Cinta Datang” adalah lagu yang menggambarkan momen tidak terduga ketika cinta muncul begitu saja, tanpa alasan yang jelas.

Musiknya ringan, khas pop remaja awal 2010-an, dan sering jadi latar adegan “teman jadi cinta” di FTV. Lagu ini juga menegaskan karakter Maudy sebagai sosok yang manis dan autentik, tanpa perlu banyak gimmick.

“Tiba-tiba cinta datang kepadaku
Saat ku mulai mencari cinta…”

Dengan aransemen yang bersih dan vokal Maudy yang lembut, lagu ini menutup daftar dengan nuansa penuh harapan. Lagu ini seperti meromantisasi adegan di FTV ketika matahari terbenam, jalan kecil, dan dua orang yang akhirnya berani saling tersenyum.

Awal 2010-an memberi kita lebih dari sekadar daftar lagu pop. Momen-momen itu menyimpan perasaan, potongan waktu, dan memori kecil yang tumbuh bersama musik. Meski zaman sudah berubah, lagu-lagu ini tetap sering diputar. Katena setiap orang, di masa mudanya, pernah punya “soundtrack” sendiri dari sebuah FTV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *