La Luna Comeback ke Industri Musik dengan Remake 3 Lagu Hits: “Selepas Kau Pergi”, “Penggalan Kisah Lama”, dan “Lara Hati”

Setelah vakum selama 8 tahun, La Luna, band yang digawangi oleh Manik, Boyan, dan Ute, akhirnya kembali meramaikan industri musik Indonesia. Momen comeback ini ditandai dengan remake tiga lagu fenomenal yang pernah membawa La Luna ke puncak popularitas, yaitu “Selepas Kau Pergi”, “Penggalan Kisah Lama”, dan “Lara Hati”.

Tak hanya menghadirkan aransemen baru, La Luna juga merilis ulang video klip dari ketiga lagu ini dengan konsep yang lebih fresh. Menariknya, video klip ketiga lagu tersebut dirangkai menjadi sebuah trilogi cerita yang saling berkesinambungan.

Trilogi Kisah dalam Remake Lagu La Luna

Babak 1: “Penggalan Kisah Lama” – Awal Kisah Cinta yang Berakhir Pahit

Lagu ini mengisahkan sepasang kekasih yang sedang menikmati liburan di tempat favorit mereka.

Namun, kebahagiaan berubah menjadi luka ketika sang wanita menemukan bukti perselingkuhan pasangannya melalui percakapan telepon. Tanpa ragu, ia pun pergi meninggalkan sang kekasih yang telah mengkhianatinya.

Babak 2: “Selepas Kau Pergi” – Rindu yang Tak Terelakkan

Tiga bulan setelah perpisahan, sang wanita masih diliputi rasa rindu. Ia kembali ke tempat kenangan mereka dan mengingat setiap momen kebersamaan.

Dalam kesendiriannya, ia tertidur dan bermimpi bahwa sang mantan kekasih kembali padanya. Ketika terbangun, ia mendapati mimpinya menjadi nyata, dan mereka pun kembali bersama.

Babak 3: “Lara Hati” – Karma yang Berbalik

Sayangnya, kembalinya mereka tidak berakhir bahagia. Kali ini, sang pria yang merasakan bagaimana rasanya menjadi orang ketiga.

Selama mereka berpisah, sang wanita ternyata telah menemukan kekasih baru. Di akhir cerita, ia kembali pergi—tetapi kali ini, bersama pasangan barunya.

Awal Mula Comeback La Luna

Dalam konferensi pers yang digelar di Indoo Semar Records, Jakarta Barat, pada Rabu (19/02), La Luna mengungkapkan bahwa keinginan untuk kembali bermusik muncul saat pandemi Covid-19. Ketika melakukan live Instagram, mereka melihat animo besar dari penggemar yang masih setia dan merindukan karya mereka.

Momentum ini semakin kuat ketika pada tahun 2023, La Luna diundang tampil di festival musik “Bandung Heroes” bersama band-band besar lainnya. Respon luar biasa dari penonton membuktikan bahwa lagu-lagu mereka masih memiliki tempat di hati pecinta musik Indonesia.

“Momen awal sebenarnya saat pandemi, ketika kami melakukan live IG dan merasakan rindu untuk kembali bermusik. Tapi saat itu masih sebatas wacana. Pada 2023, kami mendapat kesempatan tampil di festival besar di Bandung, dan melihat langsung bagaimana penonton masih mengapresiasi lagu-lagu La Luna setelah vakum selama 8 tahun,” ungkap Boyan.

Kembalinya La Luna semakin mantap setelah mereka kembali bekerja sama dengan Indo Semar Records (ISR), label yang juga menaungi perjalanan awal karier mereka di industri musik.

Mewakili La Luna, Boyan berharap remake tiga lagu ini dapat diterima oleh pendengar lama maupun generasi baru, terutama Gen Z.

“Harapannya, remake tiga lagu ini bisa diterima dan diapresiasi tidak hanya oleh pendengar lama, tetapi juga oleh pendengar baru dari generasi muda. Semoga nama La Luna bisa kembali bersinar di industri musik Indonesia melalui karya-karya baru yang terbaik,” tutup Boyan. (min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *