berrbahagia.com – Kota Malang memiliki banyak seniman dan komunitas kreatif. Namun, tak banyak ruang yang secara khusus hadir untuk mempertemukan karya-karya mereka dengan publik. Berangkat dari keresahan itulah, ArtMeru Gallery resmi membuka ruang pameran barunya di Jalan Semeru, Kota Malang, melalui pameran perdana bertajuk “Mukadimah” yang menghadirkan 22 seniman lintas generasi dari Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur.
Pameran tersebut menghadirkan beragam medium karya, mulai dari lukisan, patung, instalasi, art toys, hingga karya new media seperti audio visual dan video mapping. Seluruh karya berasal dari seniman dengan latar belakang dan pendekatan artistik yang berbeda, mulai dari generasi senior hingga perupa muda.
Owner ArtMeru Gallery, Sulung Christian Anggara, mengatakan tema “Mukadimah” dipilih sebagai simbol langkah awal perjalanan ArtMeru sebagai ruang seni baru yang dibangun bersama para seniman.
“Kalau temanya Mukadimah karena ini awalan. Kami mengawali sesuatu dengan kolaborasi bersama para seniman sekaligus menandai berdirinya ArtMeru,” ujarnya.
Ia melihat Malang memiliki banyak seniman dan aktivitas kreatif yang terus berkembang, tetapi belum memiliki cukup ruang pamer yang berkelanjutan untuk mempertemukan seniman, publik, dan kolektor.
“Banyak seniman akhirnya berpameran di kafe, hotel, atau ruang publik. Padahal Malang punya potensi seni rupa yang besar, tetapi ruang yang benar-benar layak dan berkelanjutan untuk pameran masih sangat minim,” ungkapnya.
Keresahan itu sebenarnya telah mulai dijawab Sulung sejak mendirikan TOKOMERU pada akhir 2023 sebagai concept store yang mewadahi karya para kreator lokal. Namun dalam perjalanannya, ia merasa ruang ritel saja belum cukup. Bersama Studio Moara, gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi ArtMeru Gallery, sebuah ruang yang tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga diharapkan menjadi tempat bertemunya seniman, kolektor, serta publik.

Semangat itu juga tercermin dalam pameran perdananya. Sebanyak 22 seniman dari berbagai generasi dilibatkan dengan medium yang beragam, mulai dari seni rupa murni, patung, art toys, hingga new media.
“Senimannya lintas generasi, dari senior sampai generasi muda. Medium karyanya juga beragam, ada seni rupa murni, patung, art toys, sampai new media seperti audio visual dan video mapping,” kata Sulung.
Menurutnya, penggunaan medium new media masih tergolong jarang dijumpai dalam ruang pamer seni di Malang. Karena itu, ArtMeru ingin menghadirkan pengalaman yang lebih beragam dengan memadukan karya seni konvensional dan teknologi.
Selain menghadirkan pameran, ArtMeru juga menyiapkan sejumlah program pendukung selama penyelenggaraan “Mukadimah”, seperti workshop keramik, makrame, artist talk, hingga bedah karya bersama para seniman. Mayoritas karya yang dipamerkan pun dapat dikoleksi dengan kisaran harga mulai Rp2 juta hingga Rp300 juta.
Ke depan, ArtMeru menargetkan menghadirkan lima hingga enam pameran setiap tahun, di luar program kolaborasi maupun pameran tunggal yang terbuka bagi para seniman.
“Harapannya ekosistem seni rupa di Malang bisa semakin hidup, semakin kuat, dan menjadi tempat kolaborasi bagi banyak seniman. Malang sebenarnya punya potensi yang besar di dunia kreatif,” ujar Sulung.
Pameran “Mukadimah” berlangsung mulai 26 Juni hingga 26 Agustus 2026 di ArtMeru Gallery, Jalan Semeru, Kota Malang. Pengunjung dikenakan tiket masuk Rp15 ribu dan akan mendapatkan merchandise sebagai bagian dari pengalaman mengunjungi pameran.
Hadirnya ArtMeru menjadi penanda bertambahnya ruang seni di Kota Malang. Di tengah kota yang melahirkan banyak perupa dan komunitas kreatif, kehadiran ruang seperti ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga membuka lebih banyak percakapan, kolaborasi, dan kesempatan bagi ekosistem seni rupa untuk terus bertumbuh.