Sisca Saras Hadirkan Versi Retro dari “Tak Berakhir Sama”, Tawarkan Nuansa Baru yang Lebih Segar

Sisca Saras

Solois muda berbakat asal Indonesia, Sisca Saras, kembali menunjukkan konsistensinya di dunia musik Tanah Air dengan merilis versi Retro dari lagu “Tak Berakhir Sama”.

Lagu yang sebelumnya diluncurkan dalam format ballad pada Februari 2025 ini kini hadir dengan aransemen baru yang lebih ringan, dinamis, dan terasa lebih segar bagi pendengar. Versi Retro dari lagu ini sudah tersedia di seluruh platform digital sejak 18 Juli 2025.

Sisca, yang dikenal publik sejak masa kariernya di JKT48 dan resmi lulus pada tahun 2023, terus mengeksplorasi berbagai warna musik setelah menjadi solois di bawah label WeCord Evermore Indonesia. “Tak Berakhir Sama” merupakan single ketiganya sejak debut sebagai penyanyi solo, dan versi Retro ini menjadi bukti bahwa Sisca tidak ragu untuk bereksperimen dengan gaya dan pendekatan baru terhadap karyanya sendiri.

Proses pembuatan versi Retro dimulai dari eksperimen iseng bersama Gery Gani, yang kemudian berkembang menjadi lagu penuh karena hasil awalnya dinilai menjanjikan. Sisca menjelaskan bahwa dalam versi ini terdapat penyesuaian pada aransemen, instrumen, dan chord untuk menciptakan atmosfer retro yang diinginkan.

“Jadi, ‘Tak Berakhir Sama’ versi Retro ini berawal ketika aku membuat cuplikannya dengan Gery Gani. Karena saat didengarkan ternyata hasilnya enak, maka diputuskanlah untuk dibuat lagu panjangnya. Karena sebelumnya memakai genre ballad, jadi tentu saja ada perubahan aransemen sedikit pada versi baru ini. Instrumen dan chord yang dipakai juga tentu sedikit berbeda untuk menghasilkan mood Retro yang ingin dicapai lagu ini,” jelas Sisca.

Sisca juga menyampaikan rasa senangnya bisa membawakan lagu ini dalam versi berbeda. Baginya, meskipun versi orisinalnya sudah kuat secara musikal, versi Retro memberi tantangan tersendiri, terutama dalam membawakan lagu dengan pendekatan vokal yang lebih ringan dan mengalir, berbeda dari karakter emosional dan berat di versi sebelumnya.

“Lagu ini salah satu karyaku dan memang versi orisinalnya sudah bagus sehingga mau diubah ke genre Retro pun tetap cocok. Hanya saja, tentu ada tantangan tersendiri saat satu lagu diubah ke versi yang berbeda dari awal rilisnya. Karena sudah terbiasa membawakan genre ballad, di versi ini, aku merasakan sedikit tantangan dalam memunculkan jiwa Retro-nya. Berbeda dari cara bernyanyi sebelumnya yang sedih, berat, dan mendayu-dayu, ‘Tak Berakhir Sama’ versi baru ini harus flowy dan terasa ringan.”

Kiprah Sisca sebagai solois semakin diperhitungkan, terutama setelah ia meraih penghargaan Pendatang Baru Paling Ngetop di ajang SCTV Music Awards 2025. Prestasi ini menjadi penanda penting dalam perjalanannya sebagai musisi solo. Sisca mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut.

“Aku benar-benar tidak menyangka dan sangat senang karena ini adalah piala di bidang musik yang pertama kali aku dapatkan sehingga terasa besar dan tidak terlupakan. Ini sekaligus menjadi penanda bahwa memang aku mau serius di dunia musik sehingga ke depannya orang-orang akan mengenal Sisca Saras lewat lagu dan karyanya.”

Tidak berhenti di situ, Sisca juga tengah mempersiapkan kejutan berikutnya. Ia akan merilis single terbaru berjudul “Orang Biasa” yang merupakan hasil kolaborasi dengan penyanyi Aziz Hedra dan diciptakan oleh Laleilmanino. Lagu ini dijadwalkan rilis pada Agustus 2025 dan menjadi proyek yang sangat dinantikan Sisca, mengingat kerja sama ini termasuk salah satu wishlist terbesarnya sebagai penyanyi solo.

“Aku sudah suka dengan suara Aziz dari dulu, sementara ini kerja sama pertamaku dengan Laleilmanino dan salah satu wishlist terbesar aku. Syukurlah, aku diberi kesempatan untuk mewujudkan itu saat Kak Iman Abdullah, ANR WeCord Evermore Indonesia, mencetuskan ide untuk berkolaborasi dengan mereka.”

Dalam proses kolaborasi tersebut, Sisca juga belajar banyak dari Laleilmanino dan Aziz Hedra. Dari Laleilmanino, ia memahami pentingnya komitmen dalam menciptakan karya, sementara dari Aziz, ia mempelajari teknik dan dinamika menyanyi duet.

“Dari Laleilmanino, aku belajar untuk komitmen dan fokus saat membuat lagu. Biasanya, saat sedang stuck menulis lagu, aku tinggalkan dulu hingga kembali mood lagi, sementara Laleilmanino terus mencari dan mengulik. Itu membuat aku berpikir bahwa membuat karya yang baik memang harus memiliki passion. Dari Aziz sendiri, aku belajar cara bernyanyi duet dengan baik. Untungnya, meski pemalu, tapi Aziz adalah partner kolaborasi yang menyenangkan sehingga proses mengerjakan single ini pun juga berjalan dengan seru.”

Menutup cerita tentang versi Retro “Tak Berakhir Sama”, Sisca berharap langkah ini bisa memperluas jangkauan pendengar dan memperkenalkan lagu ini kepada mereka yang mungkin sebelumnya kurang menyukai balada.

“Semoga lagu ini bisa menjangkau orang-orang yang mungkin tidak terlalu suka dengan lagu ballad sehingga saat mendengarkan versi Retro ini mereka tertarik dengan lagu ‘Tak Berakhir Sama’ dan mau mendengarkan versi aslinya juga,” tutup Sisca. (min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *